JPMorgan dan Ripple pakai XRP Ledger untuk settle treasuries: Ini baru RWA yang nyata

Sigrid Voss
Sigrid Voss ·

JPMorgan dan Ripple pakai XRP Ledger untuk settle treasuries: Ini baru RWA yang nyata

Sudah lama saya merasa obrolan soal Real World Assets (RWA) cuma jadi latihan teori belaka. Kita sering dengar BlackRock dan raksasa lainnya bicara soal "tokenisasi segalanya", tapi buat orang biasa, itu terdengar seperti cara baru bank untuk memindahkan uang di buku besar digital yang tetap mereka kontrol. Kalau kalian sedang mencari panduan kripto RWA untuk pemula, kalian pasti tahu kalau RWA itu intinya proses memindahkan aset fisik atau finansial tradisional, seperti obligasi pemerintah atau properti, ke dalam blockchain. Tapi langkah terbaru JPMorgan dan Ripple untuk melakukan settlement tokenized treasuries di XRP Ledger ini beda. Ini adalah kasus penggunaan nyata yang membawa kita keluar dari fase "uji coba" dan masuk ke infrastruktur institusional yang sebenarnya.

Gambaran besarnya

Langkah untuk settle treasuries di XRP Ledger bukan cuma kemenangan buat Ripple. Ini adalah sinyal bahwa institusi keuangan terbesar di dunia sudah bosan dengan waktu settlement sistem perbankan tradisional yang lambat dan kaku. Di dunia lama, menyelesaikan transaksi treasury bisa memakan waktu berhari-hari. Di ledger, hal itu terjadi hampir instan.

Saya sudah memantau ruang ini sejak 2019, dan polanya makin jelas. Institusi tidak tertarik dengan koin yang menjanjikan "to the moon" atau meme coin. Mereka mau efisiensi. Dengan menggunakan XRP Ledger untuk settle tokenized treasuries, JPMorgan dan Ondo pada dasarnya sedang membangun jalur kereta cepat untuk aset paling membosankan, tapi paling penting di dunia: utang pemerintah AS. Inilah sisi "membosankan" dari kripto yang justru paling penting untuk adopsi jangka panjang.

Data di balik pergeseran ini

Untuk paham kenapa ini terjadi sekarang, kita harus lihat kondisi pasar saat ini. Sekarang, Fear and Greed Index ada di angka 50, alias benar-benar netral. Dominasi Bitcoin sangat tinggi di 60,51%, dan Altcoin Season Index baru menyentuh 27. Kebanyakan uang ritel masih berkumpul di BTC, menunggu sinyal.

Tapi saat ritel sedang diam, sisi institusi justru sedang membangun. Saya melihat perbedaan volume yang masif. Sementara total market cap relatif datar, volume 24 jam melonjak hampir 19%, dan volume derivatif meledak hampir 38%. Ini memberi tahu saya bahwa "smart money" sedang memposisikan diri untuk perubahan cara aset dipindahkan. Mereka tidak sekadar trading harga token, mereka sedang menguji jalurnya.

Apa dampaknya bagi pasar

Kolaborasi ini mengubah narasi untuk XRP dan XRP Ledger. Selama bertahun-tahun, obrolan soal XRP didominasi oleh perang hukum mereka dengan SEC. Sekarang, pembicaraannya bergeser ke utilitasnya sebagai lapisan settlement. Kalau bank terbesar di dunia saja merasa nyaman menggunakan ledger untuk treasuries, itu memvalidasi teknologinya dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh seribu tweet "bullish".

Saya tidak bilang ini membuat XRP pasti akan melonjak tajam. Saya masih ragu bagaimana tokenomics-nya akan berdampak bagi pemegang aset rata-rata. Tapi dari perspektif jurnalis, melihat aplikasi dunia nyata untuk tokenized treasuries jauh lebih menarik daripada peluncuran ETF lainnya. ETF itu cuma pembungkus aset. Tokenisasi adalah perubahan fundamental tentang bagaimana aset itu ada.

Cara menghadapi transisi ini

Seiring kita bergerak menuju dunia di mana lebih banyak aset ditokenisasi, cara kita menyimpan kekayaan juga harus berubah. Kalau kalian mulai masuk ke jenis aset seperti ini, jangan tinggalkan semua aset kalian di exchange. Saya sudah melihat terlalu banyak orang kehilangan akses ke dana mereka karena percaya pada pihak ketiga.

Bagi siapa pun yang mulai masuk ke aset kelas institusi atau sekadar hold jangka panjang, saya sarankan pakai hardware wallet. Saya pribadi lebih suka Ledger Flex karena pas untuk kebanyakan orang. Dengan layar sentuh E Ink Gorilla Glass dan keamanan CC EAL6+ seharga $249, kalian dapat keamanan fisik hardware signer tanpa harus membayar harga premium untuk Stax. Ini pilihan masuk akal buat orang yang benar-benar ingin memegang kunci mereka sendiri.

Pendapat jujur saya

Saya terkesan dengan teknologinya, tapi saya tetap skeptis dengan "pelukan institusi" ini. Pengalaman saya dengan sistem keuangan mengajarkan bahwa bank biasanya hanya berinovasi kalau itu menguntungkan margin mereka, bukan penggunanya. Namun, pergeseran ke RWA memang tidak terhindarkan karena penghematan biaya bagi bank terlalu besar untuk diabaikan.

Pertanyaan sebenarnya adalah apakah ini nantinya akan mendemokratisasi akses ke aset-aset ini, atau justru menciptakan "taman bertembok" yang lebih efisien hanya untuk orang kaya. Untuk sekarang, saya akan memantau volume tokenized treasuries di XRP Ledger. Kalau angka itu mulai naik agresif, kita tidak lagi bicara soal tren. Kita bicara soal standar keuangan baru.

Trade the news at our editorial-picked exchange: Gate


Related Tickers


Sigrid Voss

Sigrid Voss

Analis kripto dan penulis yang membahas tren pasar, strategi perdagangan, dan teknologi blockchain.


Baca Lebih Banyak Artikel