Aave perketat aturan setelah bencana rsETH senilai $230 juta

Aave perketat aturan setelah bencana rsETH senilai $230 juta

Sigrid Voss
Sigrid Voss ·

Aave perketat aturan setelah bencana rsETH senilai $230 juta

Matematika di DeFi seharusnya bersifat absolut, tapi eksploitasi rsETH membuktikan kalau kolateral yang dianggap "aman" sering kali cuma ilusi. Aave, raksasa peminjaman terdesentralisasi, sekarang sedang menulis ulang aturan listing mereka karena mereka belajar dengan cara yang pahit bahwa risiko liquid staking tokens in defi jauh lebih tinggi daripada apa yang terlihat di grafik harga. Saat kamu mengizinkan token seperti rsETH jadi kolateral, kamu bukan cuma percaya pada token itu, tapi juga percaya pada setiap bridge dan smart contract yang menghubungkan token tersebut dengan ETH aslinya. Saya sebelumnya pernah membahas Tokenized Stocks Explained untuk konteks tambahan.

Apa yang sebenarnya terjadi

Buat yang ketinggalan kekacauan ini, bencana rsETH bukan serangan langsung ke vault Aave. Masalahnya ada pada aset dasarnya. rsETH adalah liquid restaking token, semacam "bungkus" untuk ETH yang seharusnya menghasilkan yield tambahan. Masalahnya, bungkus seperti ini sering bergantung pada infrastruktur bridge yang rumit untuk memindahkan nilai antar chain.

Pas eksploitasi terjadi, ketergantungan pada bridge ini gagal, dan bagian "liquid" dari token itu hilang seketika. Pengguna yang sudah deposit rsETH di Aave untuk pinjam aset lain tiba-tiba memegang kolateral yang tidak berharga atau tidak bisa ditebus. Ini menciptakan lubang besar di neraca protokol, totalnya sekitar $230 juta. Ini tipe kerapuhan sistemik yang sama seperti saat saya membahas Liquid Staking Risks dan kolapsnya Kelp DAO.

Kenapa aturan Aave berubah

Dulu, tata kelola Aave sering kali terlalu longgar dengan aset "yield-bearing". Kalau sebuah token punya likuiditas cukup dan price feed yang oke, biasanya langsung masuk list. Sekarang, mereka pindah ke kerangka kerja yang jauh lebih skeptis.

Saya melihat tren jelas di proposal baru mereka: Aave mulai berhenti percaya begitu saja pada harga "oracle" pihak ketiga untuk token yang kompleks. Mereka mau melihat jalur yang langsung dan bisa diverifikasi kembali ke aset aslinya. Kalau nilai sebuah token bergantung pada bridge yang bisa dikuras dalam sepuluh menit, itu tidak lagi dianggap kolateral "aman".

Ini adalah peringatan keras buat mereka yang mengejar "yield dengan segala cara". Industri ini menghabiskan waktu bertahun-tahun menumpuk risiko di atas risiko, menganggap liquid staking tokens itu sama dengan koin aslinya. Kenyataannya tidak begitu. Yang satu adalah aset asli, yang satunya lagi adalah janji dari sebuah protokol yang mungkin punya bug di kodenya.

Bahaya tersembunyi dari yield "aman"

Masalah sebenarnya di sini adalah kurangnya transparansi soal risiko liquid staking tokens in defi. Banyak pemula mengira kalau mereka pegang LST (Liquid Staking Token), mereka dapat keamanan Ethereum plus bonus bunga tambahan. Padahal, kamu sebenarnya mengambil tiga risiko sekaligus:

  1. Risiko slashing dari validator.
  2. Risiko smart contract dari protokol staking.
  3. Risiko bridge jika token itu digunakan di chain yang berbeda.

Saat lapisan ini bertumpuk, kamu menciptakan "bom kerapuhan". Kalau salah satu dari tiga hal itu gagal, kolateral kamu di Aave bisa jadi nol meskipun harga ETH sedang terbang tinggi.

Cara saya mengelola risiko

Saya tidak bilang kamu harus berhenti pakai DeFi, tapi saya bilang kamu harus berhenti percaya label "aman" di dashboard peminjaman. Saya sudah memindahkan sebagian besar aset jangka panjang saya keluar dari exchange dan keluar dari loop peminjaman yang rumit.

Untuk ETH utama saya, saya lebih suka pakai hardware wallet. Saya pakai Ledger Flex karena layar sentuh E Ink-nya bikin saya tidak mudah salah tanda tangan transaksi berbahaya, dan ukurannya cukup kecil untuk dibawa-bawa. Ini jauh lebih baik daripada membiarkan dana di protokol di mana eksploitasi bridge pada token yang bahkan tidak saya miliki bisa menghapus daya pinjam saya.

Kesimpulan

Aave melakukan hal yang benar dengan memperketat standar listing mereka, tapi kerusakan sudah terjadi bagi mereka yang terjebak dalam loop rsETH. Pelajarannya sederhana: kalau kamu tidak paham betul bagaimana sebuah token dijamin, jangan gunakan itu sebagai kolateral. Yield itu cuma pembayaran karena kamu mengambil risiko. Kalau yield-nya terlihat terlalu bagus untuk jadi kenyataan, biasanya itu karena kamulah yang menjadi "asuransi" untuk bridge yang sebentar lagi akan jebol.

Pantau berita terbaru di exchange pilihan redaksi kami: Bybit


Related Tickers


Sigrid Voss

Sigrid Voss

Analis kripto dan penulis yang membahas tren pasar, strategi perdagangan, dan teknologi blockchain.


Baca Lebih Banyak Artikel