
Angka-angka yang saya lihat di dashboard saat ini benar-benar mengganggu. Meskipun total market cap masih bertahan di angka $2,49T, ada celah lebar yang semakin menganga antara cara orang membeli aset dan cara mereka bertaruh pada aset tersebut. Saya sudah mengamati divergensi ini, dan perbedaan antara perdagangan spot dan perpetual futures telah menjadi sinyal paling penting di pasar sekarang. Saat ini, volume spot ada di angka $58,08B, tapi volume derivatif melonjak 18,07% hingga mencapai $459,67B. Kalau volume taruhan hampir delapan kali lebih tinggi daripada volume pembelian asli, itu bukan pasar yang sehat. Itu adalah bom waktu. Saya sebelumnya sudah membahas tentang Elevated Funding Rates untuk konteks lebih lanjut.
Supaya lebih jelas, kita punya open interest sebesar $409,25B untuk perpetual. Itu jumlah leverage yang sangat kolosal di dalam buku. Di saat yang sama, Fear and Greed Index tertahan di angka 34 dan 35. Banyak orang melihat status "Fear" dan mengira ini adalah peluang beli, tapi mereka mengabaikan masalah infrastrukturnya.
Pasar spot adalah tempat Anda benar-benar memiliki koin tersebut. Kalau Anda beli Bitcoin di spot, Anda bisa menyimpannya selama sepuluh tahun. Perpetual futures itu beda. Itu adalah kontrak spekulatif yang memungkinkan Anda bertaruh pada arah harga dengan leverage. Karena kontrak ini tidak punya tanggal kedaluwarsa, mereka menggunakan "funding rates" untuk menjaga harga kontrak tetap setara dengan harga spot.
Kalau terlalu banyak orang mengambil posisi long, maka posisi long yang membayar posisi short. Saat pasar terlalu penuh di satu arah, rate ini akan melonjak. Saya sudah melihat pola ini sebelumnya, dan seperti yang saya bahas dalam analisis tentang leveraged speculation trap, biasanya ini berakhir dengan pembersihan harga yang kasar.
Dalam pengalaman saya, pasar yang paling berbahaya bukanlah yang sedang crash, tapi yang bergerak menyamping (sideways) sementara leverage terus menumpuk. Data saat ini menunjukkan dominasi Bitcoin ada di 59,25% dan Altcoin Season Index hanya 38. Artinya, uang tetap berada di BTC, tapi itu belum tentu karena "keyakinan" investor. Itu adalah leverage.
Bagi trader di Indonesia yang terbiasa dengan volatilitas tinggi, situasi ini sangat riskan. Saat ada $409B di perps dan aktivitas on-chain sangat rendah (gas fee Ethereum hampir nol di 0,12 Gwei), ini memberi tahu saya bahwa "uang besar" tidak memindahkan aset mereka ke chain untuk disimpan. Sebaliknya, para trader hanya saling sikut di arena derivatif.
Ini menciptakan keseimbangan yang rapuh. Jika harga turun beberapa persen saja, itu bisa memicu reaksi berantai likuidasi. Posisi long habis, yang kemudian memaksa penjualan lebih lanjut, dan menghapus lebih banyak posisi long. Inilah "long squeeze" yang saya khawatirkan. Sebaliknya, jika terjadi lonjakan pembelian spot secara tiba-tiba, itu bisa memicu "short squeeze" yang membuat harga naik parabolik. Apa pun hasilnya, volatilitas akan ekstrem karena pasar ini terlalu berat di atas.
Kalau Anda trading di kondisi seperti ini, Anda harus jujur dengan risiko Anda. Saya tidak percaya dengan level harga sekarang. Jika Anda menggunakan leverage tinggi, Anda sebenarnya sedang berjudi dengan waktu kapan pembersihan harga akan terjadi.
Untuk mereka yang lebih suka trading derivatif, saya biasanya menyarankan platform yang tidak memakan margin Anda dengan biaya yang tidak masuk akal. Saya menggunakan Bybit untuk trade futures saya karena base rate perpetual mereka cukup rendah, yaitu 0,02% maker dan 0,055% taker. Ini adalah setup profesional, tapi ingat, meskipun biayanya rendah, leverage 100x adalah cara tercepat untuk kehilangan semua uang Anda.
Jika Anda bukan trader dan memang ingin membangun posisi, sentimen "Fear" saat ini adalah sinyal yang lebih baik daripada harga. Tapi jangan tinggalkan aset Anda di exchange saat pasar derivatif sedang sevolatil ini. Saya lebih suka menyimpan aset jangka panjang saya di hardware wallet.
Saya mengawasi angka open interest dengan sangat ketat. Jika angka $409B itu mulai turun drastis sementara harga tetap datar, itu berarti leverage sedang dibersihkan, dan itu sebenarnya sinyal bullish untuk jangka panjang.
Tapi kalau open interest terus naik sementara volume spot tetap mati, kita hanya menunda hal yang tidak terhindarkan. Saya juga memantau lonjakan gas fee Ethereum. Jika para "whale" mulai memindahkan ETH dari exchange ke cold storage, itu mungkin pertanda bahwa smart money akhirnya masuk untuk memberikan dukungan spot yang sangat dibutuhkan pasar ini. Sampai itu terjadi, saya tetap waspada.
Trade the news at our editorial-picked exchange: Gate
Sigrid Voss
Analis kripto dan penulis yang membahas tren pasar, strategi perdagangan, dan teknologi blockchain.
Indeks Fear and Greed Bitcoin sedang melonjak tajam, tapi investor besar justru diam-diam akumulasi. Ada diskoneksi…

Pasar kripto anjlok akibat perdagangan leverage. Market cap total turun 3,05% dengan volume yang melonjak. Rotasi ke…
Pergerakan Bitcoin besar-besaran dari Mount Gox memicu kepanikan pasar karena trader takut akan adanya guncangan suplai…
Blockchain TON milik Telegram berubah nama menjadi Gram, menandai kembalinya Pavel Durov dengan fokus pada visi awal…