Volume derivatif 9x lebih tinggi dari spot: Mengapa ini sinyal bahaya bagi trader

Volume derivatif 9x lebih tinggi dari spot: Mengapa ini sinyal bahaya bagi trader

Sigrid Voss
Sigrid Voss ·

Volume derivatif 9x lebih tinggi dari spot: Mengapa ini sinyal bahaya bagi trader

Bitcoin sekarang tertahan di sekitar $81.430, dan suasana umum terasa bullish. Tapi kalau kita bongkar isinya, angka-angkanya cukup mengganggu. Saat ini, volume derivatif ada di angka $932,23 miliar, sementara volume spot cuma $102,78 miliar. Itu perbedaan yang sangat jauh, alias 9x lipat.

Kalau saya melihat celah selebar ini, artinya pergerakan harga saat ini bukan didorong oleh orang yang benar-benar membeli dan menyimpan aset, tapi oleh trader yang bertaruh ke mana harga akan bergerak menggunakan leverage besar. Bagi siapa pun yang sedang mencari cara terbaik untuk memantau open interest crypto, inilah jenis bendera merah yang harus membuat Anda ragu sebelum menekan tombol beli. Saya sebelumnya sudah membahas tentang Leveraged Trading Trap untuk konteks lebih lanjut.

Fakta di lapangan

Data dari CoinMarketCap cukup jelas. Total market cap ada di $2,71 triliun, dan meski tren jangka pendek terlihat bullish, pembagian aktivitasnya timpang.

Volume derivatif tumbuh 18,88% baru-baru ini, sementara volume spot cuma tumbuh 9,82%. Yang lebih mengkhawatirkan adalah open interest. Kontrak perpetual berada di angka $524,16 miliar. Ketika ada lebih dari setengah triliun dolar dalam kontrak terbuka, pasar jadi sangat rapuh.

Dalam pengalaman saya, bull market yang sehat itu dibangun di atas akumulasi spot. Itu terjadi saat orang membeli BTC atau ETH lalu memindahkannya ke wallet. Sebaliknya, yang kita lihat sekarang adalah pasar yang digerakkan oleh spekulan. Fear and Greed Index ada di angka 51, alias netral, tapi angka itu sering kali menyembunyikan ketegangan yang sedang terbangun di pasar derivatif.

Mengapa ini adalah jebakan leverage

Saat volume derivatif jauh melampaui volume spot, pasar sebenarnya seperti rumah kartu. Kebanyakan trader menggunakan leverage tinggi untuk memperbesar keuntungan mereka. Tapi leverage itu bekerja dua arah.

Jika harga turun sedikit saja, itu bisa memicu reaksi berantai. Beberapa posisi long besar terlikuidasi, yang kemudian mendorong harga turun lebih jauh, lalu memicu likuidasi lainnya. Inilah yang saya sebut sebagai long squeeze. Kita sudah sering melihat skenario ini. Saya pernah membahas bagaimana leverage trap closing bisa menghapus keuntungan dalam hitungan menit.

Kondisi sekarang benar-benar Bitcoin season, dengan dominasi BTC di angka 60,24%. Memang bagus Bitcoin memimpin, tapi fakta bahwa kenaikan ini dipicu oleh derivatif dan bukan pembelian spot organik membuat level $82 ribu terasa sangat rentan.

Cara melindungi diri dari volatilitas

Kalau Anda trading di kondisi seperti ini, Anda harus hati-hati di mana menyimpan uang. Saya pribadi menghindari menyimpan dana besar di exchange saat puncak leverage tinggi seperti ini. Risiko flash crash terlalu besar, dan tampilan exchange sering kali lag atau freeze saat kaskade likuidasi dimulai.

Bagi yang benar-benar investasi jangka panjang, satu-satunya langkah yang masuk akal adalah memindahkan aset keluar dari exchange. Saya lebih memilih Ledger Flex karena punya layar sentuh E Ink yang aman dan keamanan CC EAL6+ tanpa harus semahal Stax. Ini cara yang jauh lebih baik agar bisa tidur nyenyak saat tahu pasar derivatif sedang terlalu jenuh.

Apa yang saya pantau selanjutnya

Saya terus mengawasi angka open interest. Jika harga Bitcoin tertahan atau turun sementara open interest tetap di level ini, koreksi bukan cuma mungkin terjadi, tapi sangat mungkin.

Saya ingin melihat divergensi di mana harga terus naik tapi volume derivatif mulai turun. Itu akan jadi sinyal bahwa spekulan mulai pergi dan pembeli asli mengambil alih. Sampai itu terjadi, saya menyikapi rally ini dengan banyak skeptisisme. Infrastruktur pasarnya terlalu tersumbat leverage untuk membuat saya merasa nyaman.

Trade the news di exchange pilihan redaksi kami: Gate


Related Tickers


Sigrid Voss

Sigrid Voss

Analis kripto dan penulis yang membahas tren pasar, strategi perdagangan, dan teknologi blockchain.


Baca Lebih Banyak Artikel