Saya sudah memelototi data on-chain selama beberapa jam terakhir dan jujur saja, ini terasa agak sureal. Biaya gas Ethereum terjun bebas ke kisaran 0,05 sampai 0,11 Gwei. Buat siapa pun yang sempat merasakan bull run 2021, di mana sekali swap saja bisa memakan biaya lima puluh dolar, kondisi sekarang terlihat seperti mimpi. Kalau Anda sedang mencari cara murah untuk kirim ETH sekarang, ini adalah jendela waktu yang sempurna. Tapi sebagai jurnalis, saya tidak bisa cuma melihat label harga. Saya harus bertanya kenapa jaringan ini tiba-tiba jadi sepi sekali. Sebelumnya kami sudah membahas Ethereum Volatility Spikes untuk konteks lebih lanjut.
Angkanya cukup telak. Kita melihat aksi jual pasar secara luas di mana indeks CMC20 dan CMC100 keduanya turun sekitar 2,8%. Tapi cerita sebenarnya adalah efek "kota hantu" di Ethereum. Biaya gas tidak turun begitu saja karena harga aset turun; mereka turun karena tidak ada orang yang menggunakan jaringannya.
Saat Gwei menyentuh 0,05, itu artinya permintaan untuk ruang blok sudah hilang. Ini bukan sekadar penurunan "akhir pekan yang tenang". Ini anomali besar. Meskipun volume DeFi sebenarnya naik tipis 4,25%, aktivitas keseluruhan di main chain hampir tidak ada. Sebagian besar aksi sudah pindah ke Layer 2, atau kemungkinan besar, orang-orang cuma diam menunggu.
Dalam pengalaman saya, biaya rendah itu seperti pedang bermata dua. Di satu sisi, ini bagus buat pengguna. Di sisi lain, ini sinyal buruk bagi kesehatan ekosistem. Nilai jual Ethereum selama ini adalah perannya sebagai lapisan penyelesaian (settlement layer) global. Kalau lapisan penyelesaiannya kosong, itu menunjukkan kurangnya urgensi ekonomi.
Kita sudah melihat pola ini sebelumnya. Kami pernah membahas bagaimana Ethereum Layer 1 Assets jadi lebih murah untuk dipindahkan, tapi masalah dasarnya tetap sama: di mana antusiasme ritelnya?
Data menunjukkan Fear & Greed Index berada di angka 35, yang menempatkan kita tegas di wilayah "Fear" atau ketakutan. Dominasi Bitcoin bertahan stabil di angka hampir 60%, yang memberi tahu saya bahwa modal tidak sedang berputar ke Ethereum atau altcoin. Modalnya antara tetap di BTC atau pindah ke stablecoin. Ketika "Komputer Dunia" tidak ada yang mencoba menjalankan program di dalamnya, Anda harus bertanya-tanya apakah narasi dominasi L1 mulai pudar.
Kalau Anda tidak terlalu peduli dengan kesehatan makro chain ini dan cuma ingin merapikan dompet, sekaranglah saatnya. Saya biasanya menyarankan untuk memindahkan dana dari exchange ke self-custody saat kondisi sedang sepi seperti ini. Jauh lebih tidak stres mengatur hardware wallet saat Anda tidak perlu berperang memperebutkan biaya gas.
Buat yang mencari keseimbangan antara keamanan dan antarmuka modern, saya rasa Ledger Flex adalah pilihan tengah yang solid. Alat ini punya layar sentuh E Ink Gorilla Glass dan chip Secure Element, yang jauh lebih aman daripada membiarkan ETH Anda di exchange yang mungkin sedang menghadapi masalah likuiditas saat market crash.
Saya belum menyebut Ethereum sebagai chain mati, tapi saya skeptis. Ada dua hal yang saya pantau ketat. Pertama, saya ingin lihat apakah lingkungan gas rendah ini bertahan saat rilis data makro berikutnya. Jika biaya tetap rendah sementara BTC pulih, itu artinya ETH resmi terputus dari pertumbuhan pasar lainnya.
Kedua, saya memantau implied volatility. Volatilitas Ethereum saat ini berada di 52,95, jauh lebih tinggi daripada Bitcoin yang berada di 38,72. Ini memberi tahu saya bahwa meskipun jaringannya sepi, para trader sedang mengharapkan pergerakan besar. Kita berada dalam kondisi tegangan tinggi tapi dengan aktivitas on-chain nol.
Itu kombinasi yang berbahaya. Biasanya berarti ketika pergerakan itu akhirnya terjadi, efeknya akan sangat keras. Apakah itu berupa reli pemulihan atau justru terperosok lebih dalam ke jurang, masih harus kita lihat. Tapi saya akan terus memantau level Gwei untuk melihat kapan kerumunan orang akhirnya kembali.
Trading berdasarkan berita di exchange pilihan redaksi kami: Bybit
Related Tickers
Sigrid Voss
Analis kripto dan penulis yang membahas tren pasar, strategi perdagangan, dan teknologi blockchain.

Bitcoin mengalami koreksi tajam karena aliran keluar (outflow) ETF. Volume perdagangan melonjak saat rasa takut mulai…
Putusan CFTC bahwa pemerintah tidak bisa menyita aset kripto adalah perubahan besar, menggeser fokus dari regulasi ke…
ETF Bitcoin dan Ethereum mengalami outflow besar-besaran, memicu kekhawatiran tentang tren investasi institusi. Volume…

Leverage mendominasi pasar kripto sementara Bitcoin memimpin pergerakan. Total market cap berada di $2,66T dengan…