Pendapatan kripto Robinhood anjlok 47%. Apa investor ritel sudah mulai meninggalkan pasar?

Sigrid Voss
Sigrid Voss ·

Pendapatan kripto Robinhood anjlok 47%. Apa investor ritel sudah mulai meninggalkan pasar?

Uang institusi memang sedang mengalir deras ke Bitcoin lewat ETF, tapi trader yang cuma modal aplikasi sepertinya mulai menghilang. Robinhood baru saja melaporkan penurunan pendapatan kripto sebesar 47%. Ini membuat saya bertanya-tanya: apakah investasi kripto ritel masih populer, atau trader kasual sudah bosan dengan volatilitas yang ada?

Data tidak bisa bohong

Angka dari Robinhood ini seperti siraman air es bagi siapa pun yang bertaruh pada lonjakan harga yang didorong oleh ritel. Penurunan pendapatan hampir 50% dari perdagangan kripto adalah sinyal besar. Bagi saya, ini menunjukkan bahwa orang-orang yang menganggap Bitcoin seperti permainan kasino atau sekadar hobi sampingan sudah tidak lagi menekan tombol "beli".

Masalah ini bukan cuma terjadi di Robinhood. Saat saya melihat data pasar yang lebih luas, polanya mirip. Total market cap memang terlihat stabil di sekitar $2,57 triliun. Tapi coba lihat volume 24 jam. Angkanya turun lebih dari 12% secara keseluruhan. Volume stablecoin turun, dan volume DeFi juga merosot.

Yang lebih jelas terlihat adalah kondisi jaringan. Biaya gas Ethereum sangat rendah, antara 0,45 hingga 0,62 Gwei. Dalam pengalaman saya, gas fee yang rendah biasanya berarti satu hal: "ikan kecil" tidak sedang melakukan swap token atau mencetak NFT. Jaringan terasa sepi karena massa ritel tidak ada di sana.

Mengapa celah ritel semakin lebar

Kita sedang melihat divergensi yang aneh. Di satu sisi, ada "uang besar" yang menggunakan ETP dan kustodian institusional. Di sisi lain, ada trader ritel yang kalau tidak sedang bokek, ya sedang bosan.

Saya rasa ini berkaitan dengan psikologi "app-trader". Orang-orang yang masuk saat hype 2021 tidak benar-benar ingin belajar tentang keuangan terdesentralisasi atau self-custody. Mereka cuma ingin tampilan yang simpel dan profit cepat. Saat pasar masuk ke periode konsolidasi panjang, seperti sekarang dengan skor Fear & Greed yang netral di angka 42, trader jenis ini kehilangan minat.

Dan jujur saja, pengalaman bagi ritel selama ini sangat brutal. Antara bursa yang kolaps dan "jebakan leverage" yang sering saya tulis baru-baru ini, hambatan untuk masuk terasa lebih tinggi. Banyak trader ritel terjebak dalam mode "tunggu dan lihat", dan itulah alasan mengapa volume perdagangan jadi timpang.

Apa investasi kripto ritel masih populer?

Kalau Anda mendefinisikan "populer" berdasarkan jumlah orang yang aktif trading setiap hari, jawabannya mungkin tidak. Tapi itu bukan berarti ritel sudah mati. Mereka hanya sedang berevolusi.

Trader kasual yang dulu asal beli koin random senilai $100 lewat aplikasi kini digantikan oleh investor ritel yang lebih canggih. Mereka adalah orang-orang yang tidak sekadar mengejar pump, tapi benar-benar memikirkan kepemilikan jangka panjang.

Saat saya melihat orang mulai meninggalkan aplikasi terpusat, saya biasanya menyarankan mereka untuk memindahkan aset ke cold storage. Kalau Anda memang berencana hold selama masa konsolidasi ini, membiarkan koin di exchange adalah kesalahan. Saya pribadi selalu lebih suka Ledger Nano Gen5. Harganya sekitar $99 dan layar E Ink-nya membuat keamanan chip CC EAL6+ tidak terasa seperti barang mewah yang harus dibayar $400.

Apa yang saya pantau selanjutnya

Ujian sebenarnya ada pada Altcoin Season Index. Saat ini angkanya di 38, yang artinya kita masih berada di Bitcoin Season. Trader ritel itu sangat suka altcoin. Mereka mengejar potensi 10x atau 100x dari koin berkapitalisasi rendah. Sebelum indeks itu naik di atas 75, saya tidak berekspektasi angka pendapatan Robinhood akan membaik.

Saya juga memantau BTC dominance yang bertahan stabil di angka hampir 60%. Ini memberi tahu saya bahwa uang yang ada di pasar sekarang tetap berada di aset yang paling aman. Tidak ada rotasi ke aset yang lebih berisiko, padahal itulah ciri khas bull run yang didorong oleh ritel.

Jika nanti ada lonjakan tiba-tiba pada gas fee Ethereum dan volume altcoin, saya akan tahu bahwa massa ritel sudah kembali. Sampai saat itu tiba, sepertinya hanya institusilah yang memegang kendali.


Related Tickers


Sigrid Voss

Sigrid Voss

Analis kripto dan penulis yang membahas tren pasar, strategi perdagangan, dan teknologi blockchain.


Baca Lebih Banyak Artikel