
Saya melihat pasar kripto sekarang lagi masuk tren bearish jangka pendek. Total market cap turun 1,89% ke angka $2,54T. Tapi anehnya, meski harga turun, aktivitas trading justru melonjak. Volume spot 24 jam naik 32,61% jadi $93,09M, tapi itu nggak ada apa-apanya dibanding pasar derivatif yang volumenya naik 33,63% ke $716,67M.
Pengalaman saya, kalau aktivitas derivatif jauh lebih besar dari trading spot seperti ini, biasanya harga nggak digerakkan oleh pembelian organik, tapi oleh leverage tinggi dan spekulasi. Ini situasi yang berbahaya buat trader ritel.
Sentimen sekarang sudah masuk zona takut, dengan Fear & Greed Index di angka 37/100. Saya perhatikan banyak trader yang mulai "main aman" dengan pindah ke stablecoin, terlihat dari volume stablecoin yang melonjak 34,46% ke $98,78M. Dominasi Bitcoin masih sangat kuat di 59,87%, yang artinya ruang gerak altcoin jadi terbatas. Dengan Altcoin Season Index di 35/100, kita masih di "Bitcoin season". Jadi, kalaupun nanti ada recovery, kemungkinan besar Bitcoin yang bakal naik duluan, bukan altcoin.

Bitcoin sekarang diperdagangkan di harga $75.804,67, turun 2,05% dalam 24 jam terakhir. Tekanan harga ini mayoritas datang dari institusi. Ada satu investor yang membuang $1,29 miliar dari ETF IBIT milik BlackRock lewat transaksi dark pool. Ini sinyal kuat kalau ada pemain besar yang mulai mengurangi eksposurnya. Ditambah lagi, ETF spot di AS sudah mengalami net outflow selama tujuh hari berturut-turut dengan total kehilangan $1,88 miliar. Gabungan antara aksi jual institusi dan harapan pemotongan suku bunga yang stagnan bikin Bitcoin susah untuk rebound.
Ethereum juga kena imbasnya, harganya di $2.076,99 dan turun 2,32%. Yang bikin saya heran, jaringan ETH justru sangat sepi dengan gas fee rendah sekali di 0,17 Gwei. Ini menunjukkan kurangnya aktivitas on-chain dan nggak ada "hype" yang biasanya mendorong harga ETH. Tapi, ada data menarik: seorang smart trader baru saja beli 7.000 ETH senilai $14,52M dan memasukkannya ke Aave. Sepertinya beberapa trader dengan keyakinan tinggi justru memanfaatkan dip ini untuk akumulasi.
Pasar secara umum memang lagi turun barengan. BNB turun 1,36% ke $653,87, dan XRP turun 2,07% ke $1,32. Solana juga drop 2,09% ke $83,76.
Tapi ada beberapa yang melawan arus. TRON cenderung flat dengan kenaikan tipis 0,07% di harga $0,3725. Yang paling mencolok adalah Hyperliquid yang naik 2,10% ke $62,8, menunjukkan kekuatan meski koin-koin besar lainnya lagi berdarah.
Masalah keamanan jadi pemicu utama kecemasan pasar sekarang. Manuel Aráoz, CEO OpenZeppelin, memperingatkan kalau seluruh ekosistem DeFi sekarang nggak aman. Dia berpendapat kalau agen coding AI sudah jadi "superhuman" dalam mencari celah di smart contract, sehingga hampir mustahil bagi manusia untuk bertahan dengan kecepatan yang sama. Peringatan ini muncul saat total value locked (TVL) DeFi turun lebih dari $20 miliar tahun ini. Kalau pakar keamanan terkemuka sudah menyarankan keluarga dan temannya untuk keluar dari semua posisi DeFi, efek psikologisnya bakal mendorong investor pindah ke aset yang lebih likuid dan aman. Saya sebelumnya sudah membahas Penjelasan Saham Tokenisasi sebagai referensi tambahan.
Ketakutan ini makin parah dengan exploit baru di StablR. Mereka harus membekukan token USDR dan EURR setelah penyerang mencetak token tanpa jaminan senilai $13,5 juta. Pelakunya memanfaatkan kelemahan di dompet multisig 1-of-3. Kejadian ini mengingatkan saya lagi soal risiko arsitektur stablecoin. Saya pernah membahas Risiko Keamanan Stablecoin dan bahaya kontrol terpusat, dan kasus StablR ini adalah contoh nyata bagaimana satu titik kegagalan bisa mengancam dana jutaan dolar milik pengguna.
Dari sisi regulasi, Inggris mengambil langkah agresif dengan menjatuhkan sanksi terhadap HTX milik Justin Sun dan beberapa perusahaan lain karena dugaan hubungan dengan Rusia. Ini pertama kalinya ekonomi besar menerapkan sanksi gaya perbankan terhadap exchange kripto. Institusi keuangan Inggris sekarang dilarang berbisnis dengan entitas tersebut, yang meningkatkan risiko regulasi bagi exchange mana pun yang beroperasi secara internasional.
Satu-satunya titik terang datang dari AS, di mana Presiden Trump mendukung Ketua CFTC Michael Selig untuk memperluas wewenang atas prediction markets. Ini mungkin bisa membuka jalan bagi produk keuangan terkait kripto yang teregulasi.
Aktivitas on-chain memberikan sinyal yang campur aduk. Meskipun tren makro bearish, debut spot ETF HYPE sangat kuat. Menurut data Kairos Research, ETF ini menyerap 1,04% dari total market cap Hyperliquid hanya dalam sepuluh hari perdagangan. Angka ini lebih cepat dibanding debut awal Bitcoin (0,59%), Ethereum (0,41%), dan Solana (0,31%). Ini menunjukkan minat institusi yang sangat besar pada aset spesifik ini.
Di Asia, penegakan hukum juga jadi sorotan. Jaksa Korea Selatan melakukan penangkapan pertama dalam kasus rug pull DEX yang melibatkan meme coin berbasis Solana, CATFI. Tersangka dengan handle "Eth Father" diduga memanipulasi harga dan mencuri sekitar $260.000 dari investor. Bagi kita di Asia Tenggara, ini adalah peringatan keras bahwa penipuan di DEX mulai diproses secara pidana, yang mungkin dalam jangka panjang bisa meningkatkan kepercayaan investor pada ruang DEX.
Hyperliquid jadi bintang hari ini. Saat sebagian besar 10 aset teratas memerah, HYPE justru naik 2,10% ke $62,8. Kekuatan ini sepertinya didorong oleh suksesnya peluncuran spot ETF mereka. Fakta bahwa aset ini menyerap market cap lebih cepat dari BTC atau SOL di sepuluh hari pertama ETF-nya menunjukkan adanya permintaan yang terkonsentrasi. Di pasar di mana altcoin lain tergilas oleh dominasi Bitcoin, HYPE menemukan katalis unik untuk memisahkan diri dari penurunan umum.
Fokus utama trader sekarang adalah level $75.000 untuk Bitcoin. Kalau eksodus institusi dari ETF spot terus berlanjut, support psikologis ini bakal diuji. Transaksi dark pool sebesar $1,29 miliar itu memberi tahu saya kalau pemain besar sedang melakukan hedging atau keluar pasar, yang biasanya jadi pertanda pergerakan besar akan terjadi.
Sektor DeFi juga lagi di persimpangan jalan. Kalau lebih banyak protokol yang kena exploit berbasis AI, kita mungkin bakal melihat perpindahan besar-besaran dari keuangan on-chain kembali ke centralized exchange (CEX). Pantau terus gas fee Ethereum; kalau tetap rendah, itu tanda kurangnya utilitas dan permintaan yang bisa bikin harga ETH tertahan. Terakhir, sanksi Inggris terhadap HTX bisa jadi patokan bagi negara Barat lainnya, yang berpotensi membuat likuiditas global jadi lebih terfragmentasi.
Sigrid Voss
Analis kripto dan penulis yang membahas tren pasar, strategi perdagangan, dan teknologi blockchain.
Bitcoin telah menembus level teknis penting, yaitu 21-week EMA, yang menandakan potensi pergeseran momentum dari bullish…
AI mengubah total keamanan DeFi dan membawa ancaman yang jauh lebih besar dibanding hacker manusia biasa. Peringatan…

Minat institusi terhadap kripto mulai meluas melebihi Bitcoin setelah CME Group menambahkan kontrak futures untuk…

Pembelian masif 5 juta ETH oleh BitMine di tengah kepanikan pasar menunjukkan adanya jarak besar antara rasa takut…