Update Market Kripto: Risiko Volatilitas Leverage yang Mengintai | 18 Mei 2026

Update Market Kripto: Risiko Volatilitas Leverage yang Mengintai | 18 Mei 2026

Sigrid Voss
Sigrid Voss ·

Update market kripto: risiko volatilitas leverage yang mengintai | 18 Mei 2026

Gambaran pasar saat ini

Pasar kripto sekarang lagi masuk fase koreksi bearish jangka pendek. Total market cap ada di angka $2,63T, turun 1,81% dalam 24 jam terakhir. Tapi kalau saya lihat, pergerakan harga yang negatif ini bukan sekadar aksi jual biasa. Aktivitas di belakangnya justru menunjukkan pasar yang digerakkan oleh hedging agresif dan leverage. Volume perdagangan spot memang naik ke $101,0B, tapi cerita sebenarnya ada di sektor derivatif. Volume derivatif melonjak sampai $906,11B, hampir sepuluh kali lipat dari volume spot. Ini artinya banyak trader yang pasang posisi besar di perpetual dan futures buat spekulasi di tengah volatilitas ini.

Sentimen pasar pun bergeser ke arah ketakutan, dengan Fear and Greed Index di angka 38. Sikap menghindari risiko ini juga terlihat di pasar tradisional, di mana S&P 500 dan NASDAQ sama-sama ditutup merah. Dominasi Bitcoin masih tinggi di 58,23%, sementara Ethereum memegang 9,64%. Dominasi stablecoin ada di 10,12%, yang menurut saya menunjukkan masih banyak modal yang "menunggu di pinggir lapangan" sampai ada titik masuk yang lebih jelas. Dengan Altcoin Season Index di angka 32, kita masih berada di Bitcoin season karena mayoritas altcoin gagal mengalahkan aset utama saat penurunan ini.

Bitcoin dan Ethereum

Bitcoin sekarang diperdagangkan di harga $76.592,6, turun 1,70%. Pergerakan harganya terasa berat karena adanya tekanan suplai yang besar. Data on-chain menunjukkan ada lebih dari 7,8 juta BTC yang saat ini dalam posisi rugi. Ini menciptakan beban psikologis yang harus diserap pasar sebelum kenaikan harga yang berkelanjutan bisa dianggap kredibel secara struktural. Tekanan ini makin parah karena suasana risk-off akibat tensi geopolitik di Timur Tengah.

Ethereum mengalami penurunan yang lebih tajam, drop 3,38% ke $2.104,77. Selain harga yang turun, kondisi jaringannya terasa sangat sepi. Gas fee rendah sekali, hanya antara 0,2 sampai 0,26 Gwei. Bagi saya, rendahnya biaya gas ini menandakan penurunan signifikan dalam aktivitas on-chain. Kurangnya utilitas jaringan saat koreksi harga biasanya jadi tanda kalau tidak ada tekanan beli instan dari pengguna DeFi.

Harga kripto teratas

Bitcoin memimpin pasar di $76.592,6, turun 1,70%. Ethereum menyusul di $2.104,77, turun 3,38%. BNB berada di harga $639,98, turun 1,63%. XRP di angka $1,38, turun 2,14%. Solana diperdagangkan di $84,39, turun 2,05%. TRON relatif stabil di $0,3552, turun 0,46%. Hyperliquid jadi pengecualian yang menarik dengan kenaikan 3,78% ke $45,18.

Berita yang menggerakkan pasar hari ini

Ketidakstabilan geopolitik adalah pemicu utama tekanan pasar saat ini. Ada laporan kalau Iran mungkin menggunakan Bitcoin sebagai "pasar asuransi" untuk pengiriman barang melalui Selat Hormuz. Di satu sisi, ini membuktikan kegunaan aset kripto dalam skenario ekstrem, tapi di sisi lain, sentimen risk-off ini memicu aliran modal keluar secara masif. CoinShares melaporkan outflow mingguan sebesar $1,07 miliar dari produk investasi kripto, dengan Bitcoin kehilangan $982 juta dan Ethereum kehilangan $249 juta. Kita sebelumnya sudah membahas Tokenized Stocks Explained untuk konteks lebih lanjut.

Kegagalan keamanan di ruang DeFi juga memperburuk sentimen. Bridge Ethereum Verus dikuras sebesar $11,6 juta, termasuk 1.625 ETH dan 103,6 tBTC. Ini bagian dari rentetan eksploitasi infrastruktur cross-chain yang merusak kepercayaan terhadap keamanan bridge.

Dari sisi regulasi, ada campuran antara kemajuan dan risiko. Grayscale dan VanEck telah merevisi pengajuan ETF spot BNB di AS, yang bisa jadi katalis besar buat BNB kalau disetujui. Selain itu, Galaxy Digital berhasil mendapatkan New York BitLicense, tanda bahwa institusi terus masuk ke ruang ini. Namun, RUU struktur pasar kripto di Senat AS dikabarkan terancam gagal kalau tidak lolos voting Agustus nanti. Kita pernah membahas White House Crypto Deadline, dan potensi kegagalan Senat ini menambah ketidakpastian regulasi di AS.

Intelijen sosial

Narasi yang berkembang di media sosial adalah kehati-hatian dan kesadaran makro. Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Katayama, meminta pemantauan ketat terhadap pasar keuangan, yang ditangkap trader sebagai sinyal peningkatan volatilitas. Ini berbarengan dengan laporan rencana Iran membangun kembali ladang gas South Pars, peristiwa yang berdampak pada pasar energi global dan sentimen risiko.

Analis on-chain fokus pada kondisi "underwater" dari kepemilikan Bitcoin. Fakta bahwa 7,8 juta BTC dipegang dalam posisi rugi menciptakan plafon resistensi, karena investor cenderung menjual saat harga akhirnya kembali ke titik impas (break even). Data ini menunjukkan level harga saat ini adalah medan tempur antara pemegang jangka panjang dan mereka yang ingin keluar dari posisi.

Sorotan altcoin

Hyperliquid saat ini melawan arus pasar dengan kenaikan 3,78%. Momentum ini berkaitan dengan peluncuran pasar perpetual pre-IPO pertama untuk SpaceX di platform mereka. Dengan menawarkan eksposur sintetis ke SpaceX pada valuasi referensi $1,78 triliun, Hyperliquid menarik minat trader yang mencari aset baru yang belum ada di bursa tradisional. Langkah ini membedakan protokol mereka dari platform perpetual standar dan mendorong permintaan token HYPE.

Ide trading yang layak dipantau

Satu setup bearish untuk Bitcoin fokus pada penolakan 1D MA200. Aset ini baru saja menutup minggu dengan penolakan kuat pada moving average tersebut, yang secara historis menjadi resistensi utama selama siklus bear market. Analis melihat ada fraktal dari siklus bear 2018, di mana penolakan serupa terjadi sekitar 220 hari setelah puncak siklus. Kalau pola ini berulang, pasar bisa bergerak sideways selama beberapa minggu sebelum turun menuju ekstensi Fibonacci 1,5, dengan target sekitar $41.250.

Redrawn ETHUSDT 1D trading idea chart for Ethereum & the Crash Toward $1,000Trading idea chart: BTCUSD - BITCOIN The scary timing of this 1D MA200 rejection

Sebaliknya, beberapa trader menganggap konsolidasi Ethereum saat ini hanyalah fake out. Perspektif bullish ini mengabaikan skenario crash menuju $1.000 sebagai rasa takut belaka dan berargumen bahwa pasar sebenarnya sedang bersiap untuk gelombang besar. Dari sudut pandang ini, target mudah berikutnya untuk Ethereum adalah di atas $3.000, sehingga setiap penurunan dianggap sebagai peluang beli.

Pandangan yang lebih netral terhadap Bitcoin menunjukkan bahwa fase koreksi telah aktif. Meskipun tren jangka panjang tetap bullish dalam channel naik yang besar, momentum jangka pendek telah menembus batas bawah low baru-baru ini. Ini mengindikasikan kemungkinan pullback lebih dalam menuju batas bawah channel biru sebelum kenaikan berikutnya.

Apa yang harus dipantau selanjutnya

Fokus utama trader sekarang adalah ketegangan antara adopsi institusional dan instabilitas geopolitik. Meskipun prospek ETF BNB dan BitLicense baru untuk firma seperti Galaxy adalah hal positif, semuanya tertutup oleh sentimen risk-off terkait Iran.

Pantau pergerakan Fear and Greed Index. Kalau indeks ini turun lebih jauh ke angka 30-an, kita mungkin akan melihat peristiwa likuidasi yang lebih agresif, mengingat besarnya open interest perpetual yang mencapai $503,44B. Pasar saat ini sangat terleverage, dan pergerakan tiba-tiba ke arah mana pun bisa memicu cascade likuidasi. Terakhir, tenggat waktu Agustus untuk RUU kripto Senat AS tetap menjadi tanggal kritis yang akan menentukan apakah AS memberikan kerangka regulasi yang jelas atau membiarkan industri ini terus berada dalam ketidakpastian.


Related Tickers


Sigrid Voss

Sigrid Voss

Analis kripto dan penulis yang membahas tren pasar, strategi perdagangan, dan teknologi blockchain.


Baca Lebih Banyak Artikel